UTS BAHASA INDONESIA
Soal:
1. Ubahlah artikel Teks Nonakademik di bawah ini
menjadi artikel Teks Akademik
2. Jawaban diupload ke website atau ke blog pribadi
mahasiswa.
Mengenal Musni Umar,
Sosiolog dan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta
Prof. Musni Umar, SH., MSi., PhD. adalah sosok tokoh publik
yang sering muncul di layar kaca. Belakang ini, sering muncul
karena dimintai pandangannya dari aspek sosial berdasar
latarbelakangnya sebagai sosiolog.
Selain sebagai seorang tokoh publik berlatar sosiolog, Prof.
Musni Umar juga merupakan seorang rektor di salah satu
perguruan tinggi di Jakarta; Universitas Ibnu Chaldun (UIC)
Jakarta.
Untuk diketahui, Prof. Musni Umar memperoleh gelar
Adjunct Profesor dari Asia e University, Malaysia.
Rektor yang berkantor di Jln. Pemuda 1, Rawamangun,
Pulogadung, Jakarta Timur ini. Memiliki kebiasaan dan hobi
adalah membaca dan memanfaatkan setiap waktu tersisa
untuk menulis.
Prof. Musni Umar, terbilang cukup kerja cepat dan kerja
cerdas dalam menaikkan elektabilitas kampus dari sejak ia
dilantik menjadi Rektor UIC yang saat itu sedang dalam fase
transisi, pasca persoalan hukum yang dialami.
Takdir Allah menentukan UIC bebas dari persoalan tersebut
dan Prof. Musni Umar diangkat menjadi rektor.
Memikul Beban dan Amanah Umat.
Setelah diangkat menjadi rektor, Prof. Musni Umar terpaksa
harus memikul beban besar dan berat. Bangkit dari jatuh
cukup terbilang merupakan pekerjaan yang besar yang
membutuhkan tenaga fisik, fikiran dan kerja cerdas dan
profesional.
Selain itu, sebagai pimpinan universitas swasta dituntut
harus memiliki kematangan strategi marketing untuk
memantik perhatian generasi muda Indonesia yang baru usai
menjalani Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat saat
ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Terbilang cukup kerja cepat dan cerdas, baru empat tahun
lebih menjalani masa pemulihan. Saat ini, UIC telah memiliki
ribuan mahasiswa baik yang sedang aktif atau yang telah
menyelesaikan studi.
Prof. Musni Umar mampu memikul kepercayaan umat, dan
mampu merealisasikan janjinya dengan baik dalam
memajukan UIC untuk dapat bersinergi dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa dan berkompetisi dengan para universitas
maju yang ada di ibukota.
Melahirkan Banyak Karya
Tak hanya saja dituntut menjalankan kewajiban sebagai
seorang pimpinan universitas untuk mengatur kurikulum
pembelajaran dan kedisiplinan di universitas yang dipimpin,
Prof. Musni Umar juga banyak melahirkan karya-karya di
sela-sela waktu luangnya sebagai seorang pemimpin
Universitas.
Karya-karya tersebut merupakan persembahannya sebagai
sosiolog dan rektor UIC Jakarta kepada anak bangsa dan
negara.
Selain itu, karya-karya tersebut merupakan bukti
pertanggungjawaban atas gelar guru besar yang disematkan
padanya.
Walau tergolong rektor yang paling banyak kontranya, dan
menjadi sorotan publik. Prof. Musni Umar pun selain
menyibukkan diri menjalani tugas kampus dan menulis. Ia
pun banyak mengisi forum-forum ilmiah yang diadakan oleh
pelbagai kalangan baik dalam negeri atau di luar negeri yang
mengundangnya sebagai narasumber.
Sebagai Solusi dalam Persoalan Umat.
Setiap Universitas di zaman saat ini, dengan pelbagai
kemajuan teknologi dan terbukanya ruang-ruang persaingan
di ibukota akan tetap menerapkan kerja cerdas dan
profesional. Baik dari aspek pengelolaan akademik, sampai
dengan menejemen keuangan kampus.
Untuk diketahui, Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta
terbilang kampus swasta yang cukup murah di ibukota
Jakarta, dan memiliki toleransi yang amat tinggi kepada siapa
saja.
Walau menerapkan prinsip kerja profesional, Universitas
yang dipimpin Prof. Musni Umar ini tidak membebankan
kepada mahasiswa untuk memaksakan kehendak saat
memiliki kekurangan finansial untuk membayar lunas
semester. SPP dapat dibayar secara tahap dan tanpa paksaan
pihak universitas.
Selain itu, memiliki banyak bantuan pendidikan kepada
mahasiswa yang kurang mampu atau berlatar belakang tidak
memiliki kecukupan ekonomi. Hal ini, dapat diajukan kepada
pihak universitas.
Biasanya, melalui pihak rektorat sendiri yang akan
mengevaluasi dan menanyakan kejelasan dari setiap
permasalahan mahasiswa. Prof. Musni Umar selalu
membuka ruang diskursus kepada setiap mahasiswanya
untuk mendapat informasi secara langsung.
Cukup berbeda dengan pimpinan universitas lainnya, bahkan
sekelas tokoh publik selayaknya, prosedural kantornya tidak
dibuat sulit. Hal ini, baginya agar mahasiswa dapat secara
langsung dan tidak dipersulit saat ingin menemui pimpinan
mereka.
Bahkan tak segan-segan untuk memarahi para stafnya bila
kedapatan mempersulit urusan mahasiswa. Baginya, urusan
umat jauh lebih penting dan harus diutamakan demi
kepentingan dan kemajuan pendidikan Indonesia. Inilah
sebab mengapa ia dikategorikan sebagairektor yang berbeda
dari lainya.
Prof. Musni Umar termasuk pimpinan yang tidak terlalu
banyak berbicara, tapi lebih mengutamakan kerja nyata
dalam membantu mempermudah urusan umat. (Hams)
Beberapa kalimat artikel di atas telah diubah untuk
keperluan tugas mahasisawa
Perbaikan :
Mengenal Musni Umar,
Sosiolog dan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta
Prof. Musni Umar, S.H., M.Si., Ph.D. adalah tokoh publik yang sering muncul di layar kaca. Belakang ini, sering muncul karena dimintai pandangannya dari aspek sosial berdasar latarbelakangnya sebagai sosiolog. Selain sebagai tokoh publik berlatar sosiolog, Prof. Musni Umar juga merupakan seorang Rektor disalah satu perguruan tinggi di Jakarta yaitu Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta. Diketahui, Prof. Musni Umar memperoleh gelar Adjunct Profesor dari Asia E University, Malaysia. Rektor yang berkantor di Jln. Pemuda 1, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur ini, Memiliki kebiasaan dan hobi membaca dan memanfaatkan setiap waktu tersisa untuk menulis.
Prof. Musni Umar, terbilang cukup kerja cepat dan kerja cerdas dalam menaikkan elektabilitas kampus dari sejak ia dilantik menjadi Rektor UIC yang saat itu sedang dalam fase transisi, pasca persoalan hukum yang dialami. Takdir Allah menentukan UIC bebas dari persoalan tersebut dan Prof. Musni Umar diangkat menjadi Rektor.
Memikul Beban dan Amanah Warga Kampus
Setelah diangkat menjadi Rektor, Prof. Musni Umar terpaksa harus memikul beban besar dan berat. Bangkit dari jatuh terbilang merupakan pekerjaan yang besar membutuhkan tenaga fisik, fikiran dan kerja cerdas dan profesional. Selain itu, sebagai pimpinan Universitas swasta dituntut harus memiliki kematangan strategi marketing untuk menarik perhatian generasi muda Indonesia yang baru usai menjalani Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat saat ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Terbilang cukup kerja cepat dan cerdas, baru empat tahun lebih menjalani masa pemulihan. Saat ini, UIC telah memiliki ribuan mahasiswa baik yang sedang aktif maupun yang telah menyelesaikan studi. Prof. Musni Umar mampu memikul kepercayaan warga kampus, dan mampu merealisasikan janjinya dengan baik dalam memajukan UIC untuk dapat bersinergi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan berkompetisi dengan para Universitas maju yang ada di ibukota.
Melahirkan Banyak Karya
Tak hanya saja dituntut menjalankan kewajiban sebagai seorang pimpinan Universitas untuk mengatur kurikulum pembelajaran dan kedisiplinan di Universitas yang dipimpin, Prof. Musni Umar juga banyak melahirkan karya-karya disela-sela waktu luangnya sebagai seorang pemimpin Universitas.
Karya-karya tersebut merupakan persembahannya sebagai sosiolog dan Rektor UIC Jakarta kepada anak bangsa dan negara.Selain itu, karya-karya tersebut merupakan bukti pertanggungjawaban atas gelar guru besar yang disematkan padanya. Walau tergolong Rektor yang paling banyak kontranya, dan menjadi sorotan publik, Prof. Musni Umar pun selain menyibukkan diri menjalani tugas kampus dan menulis. Ia pun banyak mengisi forum-forum ilmiah yang diadakan oleh berbagai kalangan baik dalam negeri maupun luar negeri yang mengundangnya sebagai narasumber.
Sebagai Solusi dalam Persoalan warga kampus.
Setiap Universitas di zaman saat ini, dengan berbagai kemajuan teknologi dan terbukanya ruang-ruang persaingan di ibukota akan tetap menerapkan kerja cerdas dan profesional. Baik dari aspek pengelolaan akademik, sampai dengan menejemen keuangan kampus. Diketahui, Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta terbilang kampus swasta yang cukup murah di ibukota Jakarta, dan memiliki toleransi yang amat tinggi kepada siapa saja.Walau menerapkan prinsip kerja profesional, Universitas yang dipimpin Prof. Musni Umar ini tidak membebankan kepada mahasiswa untuk memaksakan kehendak saat memiliki kekurangan finansial untuk membayar lunas semester. SPP dapat dibayar secara tahap dan tanpa paksaan pihak Universitas.
Selain itu, memiliki banyak bantuan pendidikan kepada mahasiswa yang kurang mampu atau berlatar belakang tidak memiliki kecukupan ekonomi. Hal ini, dapat diajukan kepada pihak Universitas. Biasanya, melalui pihak rektorat sendiri yang akan mengevaluasi dan menanyakan kejelasan dari setiap permasalahan mahasiswa. Prof. Musni Umar selalu membuka ruang diskusi khusus kepada setiap mahasiswanya untuk mendapat informasi secara langsung.
Cukup berbeda dengan pimpinan Universitas lainnya, bahkan sekelas tokoh publik selayaknya, prosedural kantornya tidak dibuat sulit. Hal ini, baginya agar mahasiswa dapat secara langsung dan tidak dipersulit saat ingin menemui pimpinan mereka. Bahkan tak segan-segan untuk memarahi para stafnya bila kedapatan mempersulit urusan mahasiswa. Baginya, urusan Warga kampus jauh lebih penting dan harus diutamakan demi kepentingan dan kemajuan pendidikan Indonesia. Inilah sebab mengapa ia dikategorikan sebagai Rektor yang berbeda dari lainya.
Prof. Musni Umar termasuk pimpinan yang tidak terlalu banyak berbicara, tapi lebih mengutamakan kerja nyata dalam membantu mempermudah urusan warga kampus.
Komentar
Posting Komentar